ddfdf
Artikel mendatang:
Cara dan tips agar email langsung masuk ke inbox.

Bila ingin pemberitahuan bila sudah saya posting, silakan ikuti RSS saya

HTML email VS Plain text email

HTML email VS Plain text email

Pernah dapet email yang tampilannya layaknya website? atau emeil berisi text warna-warni atau beberapa variasi font? Itu berarti anda membaca email dalam mode HTML. Senangkah anda menerima email seperti itu? HTML email memang terlihat bagus dan menarik. Namun dibalik itu semua ada beberapa kelemahannya. Simak apa saja kelemahannya dan juga keunggulannya.

HTML email
Keunggulannya jelas, yaitu kita lebih leluasa menuangkan ide dalam hal tampilan atau layout, karena dalam format ini memang dapat menampilkan beragam warna, gambar, tabel, dan lain-lain. Layout email dapat dibagi menjadi beberapa kolom, dengan judul yang tebal dan berwarna menarik, serta tidak kalah pentingnya adalah link yang dapat diklik.

Kelemahannya:

  • Untuk mendapatkan hasil seperti yang diinginkan harus bisa bahasa HTML atau bila tidak harus menggunakan program bantu seperti dreamweaver/frontpage.
  • Ukuran email lebih besar. Tentu saja karena banyak karakter lain (tag html) yang ikut terkirim.
  • Hanya dapat dibaca oleh email klien yang mensupport HTML atau pilihan defaultnya adalah HTML seperti outlook, thunderbird.
  • Remote image/gambar kadang tidak langsung tampil, harus diseting dulu agar otomatis tampil. Saya pake thunderbird dan defaultnya tidak meload image.
  • Bila format htmlnya tidak sempurna, sering dianggap SPAM.

 

PLAIN TEXT email
Berbeda dengan HTML email, plain text email hanya terdiri dari karakter yang kita tulis. Kelemahan dan keunggulannya kebalikan dari HTML image.

Karena hanya berupa text saja, maka dianggap kurang menarik. Tidak bisa mengubah ukuran huruf atau warna.

Keunggulannya:

  • Ukuran kecil, sangat cocok untuk broadcast.
  • Pengaturan secara manual, jadi ada strategi biar gampang dibaca oleh penerima (contoh: jumlah karakter perbaris 60, dll).
  • Dapat terbaca oleh semua email klien / kompatibel.

 

Nah itulah mengapa saat membuat email autoresponder harus membuat mode HTML dan Plain text, pointnya agar pesan kita dapat terbaca oleh semua penerima.

Tentu banyak hal yang bisa ditambahkan tentang masalah ini, silakan tambahkan komentar anda.

Saya lebih cenderung menggunakan plain text karena lebih cepat pembuatannya. Kecepatan dalam bisnis online sangat mutlak penting. Hitungannya bukan jam, tapi detik. Jika Kita terlambat mengirimkan penawaran kepada prospek gara-gara ingin berrepot ria membuat tampilan email dalam format html, bisa-bisa prospek justru menerima penawaran lebih dulu dari pesaing kita. BTW, Saya adalah blogger baru. Saya menggunakan indoresponder. Tidak tanggung-tanggung, saya meletakkan form opt-in di bagian sidebar, di bagian page / menu utama (1 form), dan di bagian postingan (3 form). Senang sekali rasanya jika Pak Arif berkenan untuk mengujinya, apakah peletakkan form opt-in saya sudah dapat bekerja. Salam kenal dari Saya.

Aku pake Mulxim biasanya mode HTML. Meski gitu, ga pernah pake aneh-aneh.

Paling2 cuma link aja :D

saya suka kirim email dalam format html tapi untuk terkadang tidak bisa terkirim dengan baik

sangat bermanfaat mas artikel nya, terima kasih telah sharing pengetahuan

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.